Testimoni

Hadi Pramono Jogja  (14 Agustus 2013) via : hadipramono.blogspot.com

Saat liburan lebaran kemarin saya berkesempatan untuk mengunjungi memorial ini. Ketika berada di pintu masuk terlihat jelas patung Soeharto dengan bangunan joglo dibelakangnya. Setelah masuk museum, ‘tontonan’ utama adalah foto-foto Soeharto beserta sejarah masa pemerintahan Soeharto, di bangunan joglo diputar audio dan video beserta informasi yang bisa dilihat dan dibaca dalam bentuk komputer layar sentuh. Di bangunan joglo bisa digunakan untuk beristirahat sembari mendengar dan melihat video pak Harto.

Kesan yang saya dapat, memorial ini cukup modern karena hampir sebagian besar sudah menggunakan peralatan elektronik. Antara lain, pintu masuk museum sudah menggunakan sensor otomatis, gambar yang ditampilkan sebagian besar menggunakan projector, menggunakan buku elektronik melalui media komputer touchscreen. Kesan tradisional tidak banyak saya dapat kecuali bangunan joglo.

NRM News Via Web : nrmnews.com

Terdapat sumur tempat Soeharto pertama kali dimandikan, disitu pula berdiri patung Soeharto dengan bahan tembaga. Acara Peresmian berlangsung khidmat, doa peresmian dipimpin oleh mantan Menag Maftuh Basyuni yang sekaligus mengingatkan bahwa Soeharto juga telah berjasa kepada bangsa ini meskipun juga memiliki kesalahan.

Mbak Iis : nisawae.blogspot.com

Di sebelah kanan museum ini terdapat gambar Soeharto yang sedang menjalankan ibadah sholat. Di bawah gambar tersebut terdapat tulisan yang sangat menarik perhatian saya. “Sa – sa – sa” (tiga pedoman hidup)
  • Sabar atine – selalu sabar
  • Saleh pikolahe – selalu saleh, taat beragama
  • Sareh tumindake – selalu bijaksana