Pak Harto Membangun Dunia Pendidikan (Oleh : Bakarudin)


Presiden Soeharto memiliki konsep universal tentang dunia pendidikan, karena mampu memaparkan secara rinci kendala yang dihadapi bangsanya, sekaIigus memiliki konsep penanggulangannya

Pak Harto Membangun Dunia Pendidikan sebuah tulisan Bakarudin di 16 Jurnal Asthabrata Edisi XII/Oktober-November 2012. “Presiden Soeharto memiliki konsep universal tentang dunia pendidikan, karena mampu memaparkan secara rinci kendala yang dihadapi bangsanya, sekaIigus memiliki konsep penanggulangannya.” Kalimat di atas diucapkan Oirektur Jenderal UNESCO Prof. Federico Mayor ketika pertama kali berkunjung ke Jakarta dan bertemu Presiden Soeharto.

Kemudian pada tanggal 19 Juni 1993 UNESCO memberikan penghargaan Avicenna Medals (Medali Ibn Sena) kepada Pak Harto sebagai Tokoh Pendidikan Internasional. Avicenna Medals memiliki peringkat tertinggi bagi UNESCO. Oan Pak Harto adalah Presiden pertama penerima Avicenna Medals.

Avicenna Medals diberikan kepada seseorang yang marnpu mengembangkan seluruh misi UNESCO, yaitu mengembangkan kemajuan pendidikan dan kebudayaan rnasyarakat dalam arti luas. Istilah Avicenna sendiri mengacu dari nama cendekiawan muslim yang berprofesi sebagai dokter, pendidik maupun juru dakwah. Semasa hidupnya (980-1037 M)Avicenna yang nama aslinya Abu Ali ai-Hussain Ibn Abdullah Ibn Sina banyak menyumbangkan pikiran sebagai peneliti ilmu kedokteran maupun keagamaan yang dituangkan dalam bentuk buku.

Prestasi Presiden Soeharto dalam pembangunan pengembangan pendidikan terlihat dari kondisi partisipasi anak usia 6 sampai dengan 12 tahun yang menikmati pendidikan mencapai 97 %. Bentuk lembaga pendidikan dasar tersebut bukan hanya SO Negeri atau swasta saja, melainkan melalui lembaga atau organisasi keagamaan dan kebudayaan, seperti Madrasah Ibtidaiyah, Taman Siswa dan pesantren anak-anak. Yang mendapat banyak perhatian dari UNESCO adalah komitmen Presiden Soeharto dengan program Pemberantasan Tiga Buta. Yakni : buta aksara latin dan angka, buta bahasa Indonesia, serta buta pendidikan dasar.

Porsi anggaran pendidikan dalam APBN sendiri semakin meningkat. Presiden Soeharto mengatakan pendidikan menduduki posisi yang sangat penting unluk membangkilkan polensi manusia Indonesia, sehingga menjadi kekualan pembangunan. Seeara bertahap selelah program pendidikan dasar diimplemenlasikan, Presiden Soeharto lerlihal berupaya mengembangkan ilmu pengelahuan dan leknologi dalam sislem pendidikan nasional yang sesuai dengan ciri kehidupan Indonesia. Pada saal menerima Avieenna Medals, Presiden Soeharto mengalakan, penghargaan lersebul diberikan unluk seluruh rakyal Indonesia. Kendali demikian dalam pandangan Presiden Soeharto pembangunan pendidikan harus lerus digalakkan dan dilingkalkan.

Selengkapnya disini : Sumber : http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/t!@file_artikel_abstrak/Isi_Artikel_989736285035.pdf

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *