Ini 4 Nama Panggilan Suharto, Dikenal Dunia


Pada tahun 1984 pemerintahan Presiden Soeharto memperkenalkan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), yaitu pengembangan kesehatan anak mulai dari penimbangan badan dan mengatasi kekurangan gizi.

Soeharto, presiden kedua Indonesia, adalah pemimpin terlama di Indonesia. Selama masa jabatannya, banyak julukan yang diberikan kepada Soeharto. Ada juga julukan yang muncul sebelum Soeharto memimpin Indonesia. Julukan ini memiliki cerita di baliknya.

  1. Bapak Pembangunan

Julukan “Bapak Pembangunan” bagi Soeharto sudah tidak asing lagi. Selama 32 tahun kepemimpinannya, Soeharto melakukan pembangunan di berbagai bidang mulai dari infrastruktur pertanian, transmigrasi, pendidikan, hingga industri nasional. Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) ini merupakan salah satu program pembangunan yang dibuat oleh Soeharto.

Repelita merupakan program pembangunan dengan menetapkan target yang ingin dicapai dalam lima tahun. Fokus target tersebut berubah di setiap Repelita, menyesuaikan dengan target yang ingin dicapai dalam lima tahun. Pada tahun pertama kepemimpinannya pada tahun 1967, Soeharto sudah merancang program Repelita. Ada total 6 Repelita yang berbeda selama kepemimpinan Soeharto.

Galeri Foto Kunjungan Presiden Soeharto ke Tunisia (Sumber : kemlu.go.id)
  1. Jenderal yang Tersenyum

‘Jenderal Tersenyum’ juga menjadi julukan yang dilekatkan pada Soeharto. Julukan ini bahkan menjadi judul buku biografi Soeharto yang ditulis oleh OG Roeder, seorang penulis asal Jerman Barat. Tak hanya populer di Indonesia, julukan tersebut juga sudah terkenal di dunia internasional.
‘Jenderal Tersenyum’ digunakan karena Soeharto memiliki istilah wajah tersenyum. Ismail Saleh yang pernah menjabat Menteri Kehakiman pada era Soeharto mengungkapkan, masyarakat Indonesia terkesan dengan kebiasaan Soeharto yang tersenyum dan menganggukkan kepala.

  1. Opsir Koppig

Julukan Opsir Koppig dimulai pada tahun 1947, ketika sekelompok perwira militer di Yogyakarta bersekongkol dengan rencana kudeta untuk menggulingkan kekuasaan presiden. Menurut laporan intelijen, Makar akan dipimpin oleh Mayor Jenderal Sudarsono, Komandan Divisi Diponegoro, atasan langsung Letnan Kolonel Soeharto. Mendengar laporan itu, Soeharto langsung mendapat perintah dari Presiden atau Panglima untuk menangkap Jenderal Sudarsono.

Soeharto enggan melakukannya karena tidak ada bukti. Saat itu, dilema Soeharto adalah dia diberi perintah langsung oleh Panglima, tanpa hierarki, untuk menangkap atasan langsungnya. Soeharto kemudian menolak perintah Soekarno karena mengikuti setiap perintah yang harus melewati hierarki. Sejak saat itu Soekarno memberi julukan Opsir Koppig Soeharto.

Soeharto (Sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id)
  1. Keluarga Cendana

Nama lain untuk Soeharto, meskipun bukan untuk Soeharto secara pribadi, adalah Keluarga Cendana. Berawal dari rumah tinggal keluarga Soeharto yang terletak di Jalan Cendana Nomor 6-8, Menteng, Jakarta Pusat.

Di Rumah Cendana ini kesan militer sangat kental karena rumah dilengkapi dengan pos jaga. Rumah Cendana juga menjadi tempat tumbuh kembang enam anak Soeharto dan Bu Tien, yaitu Siti Hartinah, Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herjadi, Hutomo Mandala Putra, dan Siti Hutami Endang Adiningsih. Soeharto dan kemudian mendapat gelar Keluarga Cendana.

Sumber via : national.okezone.com

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Comments

No comments to show.

Categories

Info museumsoeharto.com

RSS Error: A feed could not be found at `https://www.museumsoeharto.com/feed/`; the status code is `200` and content-type is `text/html`